Anatomi Telinga
Anatomi Telinga
Penulis : Johanes Andrew, S.Ked & Helen Limarda, S.Ked
Telinga dibagi menjadi 3 bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari aurikula, meatus akustikus eksternus dan gendang telinga (membran timpani). Aurikula disusun oleh kartilago elastin yang berbentuk seperti ujung dari sebuah terompet yang dilapisi oleh kulit. Tepi dari aurikula sendiri dinamakan heliks dan bagian inferiornya dinamakan lobula. Meatus akustikus eksternus berbentuk seperti tabung, memiliki ukuran sekitar 2.5 cm, terletak di tulang temporal dan ujung dari meatus akustikus eksternus mengarah ke membran timpani. Pada sepertiga bagian luar meatus akustikus eksternus terdapat banyak kelenjar keringat dan rambut yang mensekresi serumen, pada duapertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjar tersebut. Membran timpani adalah membrane tipis dan semi transparan yang membatasi antara tmeatus akustikus eksternus dan telinga tengah.1,2
Telinga tengah adalah rongga kecil berisi udara yang dilapisi oleh epitel. Telinga tengah dipisahkan dari telinga luar oleh membran timpani dan dari telinga dalam oleh jendela oval dan jendela bundar. Di dalam membrane timpani terdapat tiga tulang terkecil dalam tubuh manusia yang dikenal dengan osikulus auditorius yang terdiri dari malleus, incus dan stapes. Malleus menempel pada bagian dalam dari membran timpani dan caput mallei berartikulasi dengan tulang incus dan incus berartikulasi dengan stapes yang menempel pada jendela oval. Tepat dibawah jendela oval terdapat jendela bundar. Telinga tengah juga memiliki 2 otot yaitu M. Tensor Timpani dan M. Stapedius. M. Tensor Timpani dipersarafi oleh nervus trigeminus (V) cabang mandibular yang berfungsi untuk membatasi pergerakan dan tegangan dari membran timpani untuk mencegah kerusakan telinga dalam karena suara keras. M. Stapedius dipersarafi oleh nervus fascialis (VII) yang berfungsi sebagai peredam getaran stapes karena suara keras dan memproteksi jendela oval.1,2
Pada bagian anterior dari telinga tengah terdapat tuba eustachius yang terdiri dari tulang dan tulang rawan yang menghubungkan telinga tengah dengan nasofaring. Tuba eustachius bagian medial normalnya tertutup. Namun terbuka pada saat mengunyah maupun menelan yang menyebabkan udara dapat masuk dan keluar sampai tekanan telinga tengah sama dengan tekanan atmosfer.1,3
Telinga dalam terdiri dari koklea dan vestibuler. Koklea merupakan dua setengah lingkaran dan vestibuler terdiri dari 3 buah kanalis semisirkularis. Ujung dari koklea disebut helikotrema yang menghubungkan perilimfa skala vestibuli dengan skala timpani. Pada irisan melintang, koklea tampak skala vestibuli pada bagian atas, skala timpani pada bagian bawah dan skala media (ductus koklearis) diantaranya. Dasar dari skala vestibuli disebut sebagai membran vestibule sedangkan dasar skala media disebut membran basalis. Pada membran basalis terdapat organ corti. Kanalis semisirkularis terdiri dari tiga tulang yang membentuk sudut siku-siku satu dengan dua lainnya. Berdasarkan posisinya terdiri dari anterior, posterior dan lateral. Di ujung setiap kanalis semisirkularis memiliki ampulla.1,2
Daftar Pustaka
- Tortora GJ, Derrickson B. Principles of Anatomy & Physiology 15th ed. 2017. p 601-10.
- Sobotta, Johannes and Reinhard Putz. Sobotta Atlas of Human Anatomy vol 3, Head, Neck and Neuroanatomy, 2006. p 136-8.
- Drake, Richard L., A. Wayne Vogl, dan Adam W.M. Gray’s Anatomy the anatomical basis of clinical practice 4th edition. 2016. p 627-37.
Komentar
Posting Komentar